Resep Empal Daging Sapi untuk Kebutuhan Dapur Skala Besar (± 1.600 Porsi)

Resep Empal Daging Sapi

Empal daging sapi merupakan salah satu menu lauk tradisional yang sering dipilih untuk kebutuhan dapur skala besar karena cita rasanya yang gurih, kaya rempah, dan mengenyangkan. Perpaduan daging sapi, babat, santan, serta aneka bumbu rempah menghasilkan rasa khas yang kuat dan mampu memenuhi selera konsumsi massal seperti dapur pondok pesantren, acara besar, kegiatan sosial, maupun dapur umum.

Menu empal daging sapi memiliki keunggulan dari segi ketahanan rasa dan tekstur. Proses perebusan daging yang dilanjutkan dengan pemasakan bersama santan dan bumbu membuat empal tetap lezat meskipun disajikan dalam jumlah besar dan waktu yang cukup lama. Selain itu, penggunaan santan dari kelapa parut memberikan rasa gurih alami yang khas masakan Nusantara, sehingga menu ini tidak mudah terasa hambar.

Dalam pengolahan skala besar, empal daging sapi memerlukan pengaturan proses yang tepat agar hasil masakan tetap konsisten. Daging sapi harus direbus hingga benar-benar empuk agar mudah dikonsumsi oleh semua kalangan, sementara santan dan bumbu rempah harus dimasak dengan api sedang agar tidak pecah dan tidak pahit. Dengan urutan memasak yang benar, empal daging sapi dapat diolah dalam jumlah besar tanpa mengurangi kualitas rasa dan aroma.

 

Komposisi Bahan

Bahan

Jumlah

Daging sapi no. 2

85 kg

Babat sapi

15 kg

Kelapa parut (santan)

50 butir

Bawang kucay

1 kg

Bawang merah

3,25 kg

Bawang putih

2,25 kg

Kunyit

1,5 kg

Jahe

5 ons

Laja

5 ons

Kemiri

1 kg

Rempah

1 ons

Bawang goreng

1,75 kg

Masako

42 saset

Garam bakar

3 kg

Gula putih

1.800 gram

Pecin sasa

60 gram

Daun salam dan sereh

Secukupnya

Jumlah porsi: ± 1.600 porsi

 

Cara Memasak

  1. Cuci bersih daging sapi, lalu potong sesuai ukuran empal dan tiriskan.
  2. Bersihkan babat sapi, rebus hingga empuk, buang air rebusan pertama, lalu tiriskan kembali.
  3. Rebus daging sapi dengan air dan air kaldu hingga setengah empuk, angkat dan sisihkan.
  4. Haluskan bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, laja, kemiri, dan rempah hingga benar-benar halus.
  5. Panaskan minyak dalam wajan atau panci besar, lalu tumis bumbu halus hingga harum dan matang.
  6. Masukkan daun salam dan sereh, aduk hingga aroma rempah keluar.
  7. Masukkan daging sapi dan babat ke dalam tumisan bumbu, aduk hingga bumbu melapisi daging secara merata.
  8. Tuangkan santan dari kelapa parut, lalu tambahkan air secukupnya hingga daging terendam.
  9. Masukkan masako, garam bakar, gula putih, dan pecin sasa, aduk perlahan hingga bumbu larut.
  10. Masak dengan api sedang sambil sesekali diaduk hingga daging empuk dan bumbu meresap sempurna.
  11. Masukkan bawang kucay, aduk sebentar hingga layu.
  12. Koreksi rasa, jika sudah pas maka empal daging sapi siap disajikan.
  13. Sajikan empal dengan taburan bawang goreng di atasnya.

 

Catatan Dapur Skala Besar

  • Perebusan awal daging dan babat sangat penting untuk menghilangkan bau dan kotoran.
  • Santan dimasukkan setelah bumbu matang agar tidak mudah pecah.
  • Pengadukan dilakukan perlahan agar tekstur daging tetap utuh.
  • Empal daging sapi akan terasa lebih nikmat jika dimasak dan didiamkan beberapa jam sebelum disajikan.
  • Menu ini cocok disajikan sebagai lauk utama untuk konsumsi massal karena mengenyangkan dan tahan lama.

 

Selain Empal Daging Sapi yang gurih dan kaya bumbu, menu ini cocok dipadukan dengan Gulai Labu Siam yang berkuah dan lembut, Capcay sebagai pelengkap sayuran, serta Asin Gugubar Kerupuk Balado untuk menambah tekstur renyah dan rasa pedas.


--- Empal khas Cirebon ini punya ciri khas pada penggunaan babat dan taburan bawang kucay yang membuatnya beda dari empal daerah lain. Untuk porsi 1.600 orang, apakah Bapak/Ibu punya trik agar santannya tetap gurih dan tidak pecah saat dipanaskan terus-menerus di wadah besar? Yuk, berbagi rahasia "Dapur Cirebonan" di kolom komentar!


Ditulis oleh : Siti Badriya

Catatan: Artikel dan resep ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi penulis. Apabila ingin menggunakan atau membagikan kembali sebagian maupun seluruh isi tulisan ini, harap mencantumkan sumber.

 

Komentar